LA-WEB-HEADER

  • Image2855
  • Image2911
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • Image2828
  • 6
  • Image2829
  • 7
  • 8
  • 1
  • General English (Office Schooling Programme) @ HMS Host International by Language Assistance
  • General English (Office Schooling Programme) @ PT BAMBOO, Sibang Kaja, Badung-Bali
  • English for Hotel & Restaurant @ Mutiara Bali Resorts and Spa by Language Assistance
  • English for Cruise Line @ Language Assistance: 100% Dijamin "PASTI LULUS" (jika tidak lulus, biaya kursus dijamin DIKEMBALIKAN 100%)
  • English for Spa @ Inna the Grand Bali Beach Hotel and Spa by Language Assistance
  • English for Hotel & Restaurant @ Mutiara Bali Resorts and Spa by Language Assistance
  • General English (Office Schooling Programme) @ HMS Host International by Language Assistance
  • English for Hotel & Restaurant @ Mutiara Bali Resorts and Spa by Language Assistance
  • General English (Office Schooling Programme) @ HMS Host International by Language Assistance
  • English for Spa @ Inna the Grand Bali Beach Hotel and Spa by Language Assistance
  • English for Cruise Line @ Language Assistance: 100% Dijamin "PASTI LULUS" (jika tidak lulus, biaya kursus dijamin DIKEMBALIKAN 100%)
  • English for Cruise Line @ Language Assistance: 100% Dijamin "PASTI LULUS" (jika tidak lulus, biaya kursus dijamin DIKEMBALIKAN 100%)

Pesangkan Bali

 

Gunung Agung MASIH Berstatus AWAS

 

Denpasar, 22 Oktober 2017; Pukul 05:30 WITA

 

 

Hari ini 22 Oktober 2017, Gunung Agung tampak cerah kembali dengan sedikit kepulan asap putih tipis seperti awan yang menari-nari di atas gunung. Wayan Srijaya salah satu warga Pesangkan, Duda Timur, Karangasem yang melintasi BanjarPesangkan pagi ini menuturkan dalam status Facebook-nya: "Penampakan awan tipis diatas Gunung Agung,keadaan cerah.diambil minggu, 22 oktober 17 jam 08.15 dari desa Duda". Mudah-mudahan Gunung Agung tetap bersahabat sehingga upacara keagamaan yang diselenggarakan oleh warga Pesangkan pada tanggal 23 Oktober 2017 bisa berjalan dengan baik dan lancar.

 

GUNUNG AGUNG DARI PESANGKAN  22 OKTOBER 2017 JAM 08.30 WITA

 

 

 

Ini adalah  foto Gunung Agung pada tanggal 21 Oktober 2017 sekitar jam sepuluh pagi yang diambil oleh Indah Indrayanti dari Banjar Pesangkan, Desa Duda Timur, Karangasem. Cuaca yang cerah di sekitaran gunung dan juga di daerah lereng pegunungan telah memungkinkan untuk melihat penampakan gunung terkini dengan jelas.

 

GUNUNG AGUNG DARI PESANGKAN  21 OKTOBER 2017 JAM 09.00 WITA 

 

 

Foto Gunung Agung terkini (29 September 2017) pagi yang diambil dari Bukit Tongala, Pengubugan, Selat Karangasem Bali yang ajaraknya kira-kira 6 km dari Gunung Agung, diabadikan oleh warga lokal Arsha Ardinata. Sang Gunung nampak tenang dan kalem.

 Gunung Agung dari Bukit Tenaga Pengubugan

 

 

Warga Dusun Pesangkan, Kelurahan Duda Timur, Kecamatan Selat - Karangasem mengungsi ke Klungkung untuk menghindari bahaya letusan Gunung Agung yang sekarang ini bestatus AWAS yang berarti dalam keadaan bahaya dan dapat mengancam jiwa manusia.

 

PETA BAHAYA GUNUNG AGUNG

 

(Sumber: https://www.bnpb.go.id)

 

Dusun Pesangkan yang terletak di Desa Duda Timur, Kecamata Selat, merupakan salah satu wilayah yang rawan dan masuk dalam zona bahaya letusan Gunung Agung. Hal ini mengakibatkan semua warga PEsangkan dievakuasi dan diungsikan ke beberapa pos pengungsian di Klungkung, Karangasem dan Denpasar.

 

Pengungsi Pesangkan Gunung Agung 17

 

Beberapa warga pesangkan yang memiliki keluarga di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung memilih untuk pindah sementara ke tempat saudara-saudaranya yang sudah merantau dan punya rumah di kedua kota tersebut selama kondisi belum dinyataan aman untuk dihuni.

 

Cening, salah satu warga Pesangkan yang turut mengungsi memberikan gambar di bawah ini yang menggambarkan suasana warga Pesangkan di Pengungsian, Gedung Olahraga Suwecapura, Kelurahan Gelgel, Klungkung-Bali. 

 

Pesangkan Ngungsi Gunung Agung

 

Secara keseluruhan total jumlah pengungsi sampai hari ini (24/09/2017) mencapai 15.150 orang yang tersebar di 127 titik atau posko-posko pengungsian di Klungkung, Karangasem, Bangli dan Buleleng. Angka ini terus bertambah hingga mencapai 34.931  orang pada tanggal 25 September 2017 (BNPB 25/09/17). BACA SEBARAN PENGUNGSIAN SELENGKAPNYA

 

Pantauan Kadek Sudarta - warga Pesangkan yang tinggal di Bukit Tongala tadi pagi yang pulang sebentar untuk melihat kondisi rumah dan memberikan makanan peliharaan ternak mengisyaratkan bahwa Gunung Agung tampak tenang dilihat dari pengabadian gambar di bawah ini. Bukit Tongala berjarak kira-kira 5 sampai 6 km dari Gunung Agung.  

 

Gunung Agung Bukit Tongala 24 September 2017

 

Beberapa warga lokal yang menjadi relawan Penjaga Keamanan nampak masih berada di Pesangkan dan siaga di pos keamanan setempat sambil memantau keamanan di sekitar kampung dan tentu saja selalu siaga dengan bahaya letusan Gunung Agung yang terakhir kali meletus limapuluhan tahun yang lalu tepatnya tahun 1963. Wayan Supada yang penasaran melihat kondisi kampungnya di Pesangkan langsung pulang kampung dan membagikan foto keadaan terkini di Pesangkan.

 

Pesangkan Ngungsi Relawan Penjaga Kampung

 

Dengan makanan seadanya: buah pisang dan pepaya mereka masih tetap semangat menjaga kampung tercintanya dalam suasana suka maupun duka. Mereka tampak memiliki satu tekad dan kebersamaan untuk menjaga keamanan dan keselamatan dari dampak letusan Gunung Agung ini.

 

Keamanan lingkungan terus dijaga oleh para relawan dari pemuda Pesangkan untuk meyakinkan bahwa semua harta benda yang ditinggalkan selama masa pengungsian dalam keadaan aman.

 

Seorang tokoh masyarakat dari Pesangkan, Nengah Rata (berbaju Kaus Poleng) mengatakan bahwa penjagaan keamanan  yang dilakukan oleh masyarakat ini adalah murni untuk kepentingan pengamanan lingkungan Pesangkan. Walaupun resikonya sangat tinggi, namun mereka berkomitmen untuk menjaga kemanan wilayahnya untuk menghindari kasus pencurian yang dilakukan oleh orang-orang yang mengambil keuntungan dari kelengangan wilayah yang ditinggal mengungsi oleh warganya. Mereka rela tidur di emperan Pasar Pesangkan.

 

Pengungsi pesangkan pos pasar

 

Pantauan Wayan Sumarkandia seorang warga Pesangkan yang keluarganay mengungsi di Klungkung, malam ini (25/09/2017) masih tampak banyak anak-anak, remaja dan orang tua yang berada di pengungsian di Balai Banjar Jelantik Kuribatu, Klungkung.

 

Para pengungsi masih tampak duduk-duduk santai bersama keluargnya agar terasa terhibur sambil menunggu larut malam untuk beristirahat dan terus berharap agar mereka selalu dalam keadaan selamat dan dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Pak Kadek Sudarta memberikan foto terkini di posko pengungsian ini.

 

pesangkan ngungsi gunung agung banjar jelantik kuribatu

 

Kunjungan Subadra, salah satu warga Pesangkan - Karangasem  yang orang tuanya menyaksikan langsung letusan Gunung Agung tahun 1963 ke Posko Pengungsian Banjar Jelantik di Kota Klungkung mengisyaratkan bahwa ketika warga Bukit Tongala  yang ebrasal dari Pesangkan diungsikan ke tempat ini belum ada tanda-tanda alam sebagaimana  terjadi tahun 1963.

 

Dulu, tahun 1963, sebelum Gunung Agung meletus semua pohon sudah mengering, binatang seperti monyetpun turun gunung ke perkampungan warga. Namun, ini karena perintah Banjar Dinas yang menjalankan peintah atasan atas kodinasi Pemerintahan Desa, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi, akhirnya semua warga ikut mengungsi demi keamanan jiwa dan raganya. 

 

Memang kesiapsiagaan Pemerintah Daerah asal pengungsi (Karangasem) dan Pemerintah Daerah penerima pengunggsi (Klungkung) perlu diacungi jempol, dengan kondisi darurat dan genting semua pengungsi dapat tertampung dengan baik, mendapatkan pelayanan yang sangat baik, mendapatkan supply makanan yang cukup dan juga pelayanan pendidikan bagi anak-anak yang masih sekolah sehingga mereka bisa sharing belajarnya. Luar biasa!

 

Penuturan warga, Bli Kadek Sudarta, Pe Sambe, De Monjong dan Pe Komang bahwa pengungsi sudah mulai settled dan bisa masak sendiri (terutama ibu-ibunya), tanpa banatuan dari relawan lagi. Satu dua hari pertama, mereka memang masih shok menghadapai kenyataan ini sehingga mereka perlu bantuan untuk memasakka. Tetapi sekarang berangsur-angsur sudah bisa masak sendiri.

 

 

*****

 

Terjemahan Tersumpah

 

  

 

Berita TERPERCAYA dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar (08 Oktober 2017):


AKTIVITAS KEGEMPAAN DI SEKITAR GUNUNG AGUNG PER 7 OKTOBER 2017 PUKUL 00.00 WIB MENUNJUKKAN BAHWA AKTIVITAS KEGEMPAAN YANG TERJADI DOMINAN PADA KEDALAMAN 0-20 KM DENGAN MAGNITUDO ANTARA M 2.6 – 3.0. Baca BERITA PENTING DAN AKURAT INI SELENGKAPNYA.

 

 

(Sumber: http://balai3.denpasar.bmkg.go.id/)

 

 

Berita TERPERCAYA dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Republik Indonesia
6 Oktober 2017

 

Status Siaga Darurat Gunung Agung Diperpanjang:
KARANGASEM – Melihat aktifitas vulkanik Gunung Agung yang cenderung meningkat, Kepala BNPB Willem Rampangilei dalam keterangan persnya di Posko Siaga Darurat Gunung Agung mengatakan bahwa, pernyataan status siaga darurat diperpanjang hingga 15 oktober 2017. BACA BERITA PENTING INI SELENGKAPNYA

 

(Sumber: https://www.bnpb.go.id)

 

 

 

Berita TERPERCAYA dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Republik Indonesia
5 Oktober 2017

 

 

Pengungsi di Gunung Agung tercatat 141.213 jiwa di 416 titik pengungsian 


Adanya pengosongan wilayah berkonsekuensi terjadi pengungsian. Pengungsi di Gunung Agung tercatat 141.213 jiwa di 416 titik pengungsian yang tersebar di 9 kabupaten/kota di Bali pada 4/10/2017 pukul 12.00 Wita. Sekitar 2.600 jiwa pengungsi dari desa yang aman telah kembali ke rumahnya. BACA INFORMASI PENTING INI SELENGKAPNYA

 

 

(Sumber: https://www.bnpb.go.id)

 

 

 

Berita TERPERCAYA dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Republik Indonesia
1 Oktober 2017

 

 

BNPB Pasang 6 Sirine dan 54 Rambu Peringatan Bahaya di Gunung Agung:

 

KARANGASEM - Untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat jika Gunung Agung meletus dan membahayakan masyarakat, maka BNPB telah memasang sirine di enam titik di sekeliling radius berbahaya dari Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali. Sirine ini dikenal dengan nama iRaditif (iCast Rapid Deployment Notification System) yang merupakan sirine mobile yang dapat dipindahkan dengan kendaraan.

 

BNPB mendatangkan secara khusus dari Gudang Peralatan BNPB di Sentul Bogor ke Karangasem setelah Gunung Agung naik status Awas. Bunyi sirine ini mampu menjangkau radius 2 kilometer, bahkan dapat lebih jauh jika suara terbawa angin. Tujuan pemasangan sirine ini adalah BACA BERITA SELENGKAPNYA

 

(Sumber: https://www.bnpb.go.id)

 

Berita TERPERCAYA dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Republik Indonesia
29 September 2017

 

 

Pengungsi dari 51 Desa Aman di Gunung Agung Akan Dipulangkan:


KARANGASEM - 51 desa dari keseluruhan 78 desa yang terdapat di Kabupaten Karangasem, Bali, sesungguhnya berada di luar Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung. Hanya ada 27 desa yang berada di dalam radius berbahaya jika Gunung Agung meletus. “Dari 78 desa di Kabupaten Karangasem, yang tidak aman adalah 27 desa yang berpotensi terkena awan panas dan lahar jika Gunung Agung meletus, dengan jumlahnya sekitar 70 ribu jiwa pengungsi", ucap Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dalam keterangan pers setelah melakukan rapat koordinasi di Karangasem pada Jumat (29/9/2017)

 

 

Jumlah pengungsi terus meningkat hingga mencapai 144 ribu lebih. Ini disebabkan masyarakat yang tinggal di desa yang aman juga ikut mengungsi. BACA BERITA SELENGKAPNYA.

 

 

(Sumber: https://www.bnpb.go.id)

 

 

 

 

 

Berita TERPERCAYA dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Republik Indonesia
29 September 2017

 

 

BALI - Penanganan bencana di Indonesia itu unik dan khas. Teori-teori penanggulangan bencana yang kebanyakan diadopsi dari Barat seperti yang ada di text book seringkali tidak berlaku di Indonesia. Sesungguhnya Indonesia adalah laboratorium bencana dengan segala kekhasannya. Bukan super market bencana.

 

 

Menangani pengungsi itu tidak mudah. Jalur kultural seringkali justru lebih efektif daripada melalui struktural. Begitu pula dalam menangani masyarakat yang harus mengungsi dari ancaman gunung meletus. Seringkali masyarakat sulit untuk dievakuasi dari tempat tinggalnya. Bahkan saat gunungnya sudah meletus pun, masyarakat tetap bertahan tidak mau dievakuasi dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah menjaga sapi.

 

Kita masih ingat, saat erupsi Gunung Merapi pada Oktober hingga November 2010, korban meninggal dunia mencapai 277 jiwa. Sebagian masyarakat yang tidak mau mengungsi karena menjaga sapi. Sapi adalah asset berharga bagi masyarakat. Bahkan sapi telah menjadi bagian hidup dan kultur bagi masyarakat di sekitar gunung. Itulah yang menyebabkan sulitnya masyarakat tidak mau mengungsi. BACA INFORMASI SELENGKAPNYA

 

 

(Sumber: https://www.bnpb.go.id)

 

 

 

Berita TERPERCAYA dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Republik Indonesia

27 September 2017

 

Kegempaan Gunung Agung Tetap Tinggi, 96.086 Jiwa Mengungsi

 

BALI - Aktivitas vulkanik Gunung Agung di Bali masih tetap tinggi. PVMBG melaporkan hingga Rabu siang (27/9/2017) pukul 00.00 - 18.00 WITA terpantau 329 kali gempa vulkanik dangkal, 444 kali gempa vulkanik dalam, dan 56 kali gempa tektonik lokal. Secara visual asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50 meter di atas kawah puncak. Jumlah gempa ini lebih banyak daripada Selasa kemarin. Bahkan gempa dirasakan juga meningkat. BACA BERITA SELENGKAPNYA

 

(Sumber: https://www.bnpb.go.id)

 

 

 

Berita TERPERCAYA dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Republik Indonesia

 

25 September 2017

 

 

 

 

Rekapitulasi Data Pengungsi Gunung Agung (25 September 2017, 18.00 WITA)

 

Pengungsi berada di 357 titik dengan jumlah keseluruhan 57.418 jiwa dan tersebar di:

1. Kabupaten Badung 3 titik (328 jiwa)
2. Kabupaten Bangli 28 titik (4.690 jiwa)
3. Kabupaten Buleleng 24 titik (8.518 jiwa)
4. Kota Denpasar 26 titik (2.212 jiwa)
5. Kabupaten Gianyar 9 titik (137 jiwa)
6. Kabupaten Jembrana 4 titik (82 jiwa)
7. Kabupaten Karangasem 84 titik (21.280 jiwa)
8. Kabupaten Klungkung 162 titik (19.456 jiwa)
9. Kabupaten Tabanan 17 titik (715 jiwa)

 

(Sumber: https://www.bnpb.go.id)

 

 

Berita TERPERCAYA dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Republik Indonesia

 

24 September 2017

 

BALI - Jumlah pengungsi terus bertambah seiring dengan laporan yang masuk ke Pusdalops BPBD Provinsi Bali dari berbagai titik pengungsian. Data sementara jumlah pengungsi sekitar Gunung Agung per Minggu (24/9/2017) pukul 12.00 Wita tercatat 34.931 jiwa. Pengungsi tersebar di 238 titik pengungsian yang tersebar di 7 kabupaten di Bali. Diperkirakan jumlah pengungsi ini akan terus bertambah karena belum semua pengungsi terdaftar. Bahkan ada sebagian masyarakat yang mengungsi keluar Pulau Bali. Pendataan terus dilakukan oleh Pusdalops BPBD Provinsi Bali selaku institusi yang berwenang mengeluarkan data pengungsi secara resmi.

Sebaran ari 34.931 jiwa pengungsi yang tersebar di 238 titik pengungsian adalah di Kabupaten Badung 3 titik (328 jiwa), Kabupaten Bangli 23 titik (2.883 jiwa), Kabupaten Buleleng 13 titik (4.649 jiwa), Kabupaten Denpasar 5 titik (297 jiwa), Kabupaten Giayar 12 titik (161 jiwa), Kabupaten Karangasem 81 titik (15.129 jiwa), dan Kabupaten Klungkung 101 titik (11.484 jiwa). Banyaknya titik pengungsian yang menyebar menyebabkan kendala dalam distribusi bantuan logistik. Banyak titik pengungsian yang hanya berisi kurang dari 10 jiwa pengungsi. Gubernur Bali telah memerintahkan agar pengungsi yang sedikit jumlahnya dapat dijadikan satu di satu tempat dengan jumlah sekitar 200 jiwa per titik pengungsian nantinya. BACA BERITA SELENGKAPNYA

 

(Sumber: https://www.bnpb.go.id)

 

 

 

 

Berita TERPERCAYA dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Republik Indonesia

 

23 September 2017

 

BALI - Sejak ditetapkannya status Awas (Levwl 4) Gunung Agung pada 22/9/2017 pukul 20.30 Wita, ribuan masyarakat melakukam evakuasi dan petugas juga mengangkut pengungsi ke luar dari daerah berbahaya. Data sementara yang dihimpun Pusdalops BPBD Bali hingga siang ini tercatat 15.142 jiwa pengungsi yang tersebar di 125 titik pengungsian. BACA INFORMASI SELENGKAPNYA.

 

 (Sumber: https://www.bnpb.go.id)

 

 

Berita TERPERCAYA dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Republik Indonesia

22 September 2017

 

Adanya peningkatan aktivitas vulkanik dari kegempaan yang terus meningkat maka status Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali dinaikkan dari Siaga (Level 3) menjadi Awas (Level 4) oleh PVMBG Badan Geologi. Level Awas adalah level tertinggi dalam status gunungapi. Status Awas berlaku terhitung mulai tanggal 22/9/2017 pukul 20.30 Wita. Silahkan BACA BERITA TERKINI SELENGKAPNYA. 

 

 (Sumber: https://www.bnpb.go.id)

 

 

 

 

*****

 

KERJA DI KAPAL PESIAR AMERIKA

DIJAMIN LULUS  (100%) DAN BERANGKAT

 

Language Assistance Cruise Line Programme1 

 

Sekilas tentang Pesangkan

Pesangkan adalah salah satu nama Banjar Dinas di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem-Bali.

 

Keterkenalan Pesangkan di antara banjar-banjar lain di Desa Duda karena letaknya yang sangat strategis dan memiliki pasar yang dikunjungi oleh para pedagang dan pembeli dari berbagai banjar di sekitar Kecamatan Selat.

 

Sehingga kata "Pesangkan" sangat tidak asing di telinga para warga masyarakat di sekitar Desa Duda dan Kecamatan Selat dan tentu saja memudahkan para pencari alamat untuk menemukan lokasi Banjar Pesangkan ini.

 

 

 

"Ida Bhatara Cakti": Salah satu Sungsungan warga Pesangkan

Ida Bhatara Cakti merupakan salah satu sungsungan warga Pesangkan, Duda Timur, Selat, Karangasem-Bali. Untuk tahun 2014 ini, PIODALANnya jatuh pada Hari Sabtu, tanggal 15 Pebruari 2014.

 

Sesuai dengan hasil sangkep/rapat warga Pesangkan yang berada di perantauan (Kota Denpasar) dan Panitia Piodalan (yang datang langsung dari Pesangkan) yang dilaksanakan pada Hari Minggu, tanggal 9 Perbruari 2014 di Fakultas Sastra, Universitas Udayana, Ida Bhatara Cakti akan keaturan nyejer/turun ke jaba selama 12 (dua belas) hari dimulai sejak puncak acara piodalan.

 

Bagi krama/semeton/warga Pesangkan yang ingin mebhakti/bersembahyang dalam rangka Piodalan ini, silahkan langsung saja datang/pedek tangkil pada tanggal tersebut atau waktu nyejer yang telah ditentukan.

 

Waktu yang lumayan lama ini diharapakan bisa memberikan kesempatan kepada semua warga Pesangkan untuk datang dan maturan memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan beliau "Ida Bhatara Cakti" untuk memohon kerahayuan jagat, keselamatan, kedamaian dan keheningan dalam kehidupan ini. Demikian sekilas info. Mudah-mudahan bermanfaat.

 

Matur suksma! 

 

 

 

 

Pura apa saja yang ada di Pesangkan?

Pura Ibu Alit

 

 

 

Pura Ibu Gede

 

 

 

Pura Pesimbangan Ida Bhatara Cakti

 

 

Bagaimana kehidupan masyarakat di Pesangkan?

Dulunya, sebagian besar penduduk atau warga pesangkan berprofesi sebagai petani khusunya petani salak. Namun sekarang sudah ada berbagai profesi seperti petani salak, petani padi, pengerajin batu hitam atau batu Gunung Agung untuk bangunan pura, candi dan pagar. Tidak sedikit juga warga Pesangkan Bali yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil, tentara, guru, dosen, sopir, pedagang dan lain-lain.

 

Apa yang menarik di Pesangkan?

Pasar Pesangkan

Pasar pesangkan merupakan salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi, khususnya pada saat pasaran yang diadakan setiap tiga hari sekali "PASAH". Ada banyak hal yang dapat dilihat di Pasar Pesangkan ini mulai dari jajan Bali, Ronde, pecel atau tipat cantok, plecing kangkung, sere kedele, dan yang paling terkenal "Salak Pesangkan" yang memiliki cita rasa tersendiri yang rasanya berbeda dengan salak-salak lain. 

 

Biasanya pasar mulai jam 01.00 dini hari, khususnya pada saat musim salak, dan bahkan sering kali pasarnya dimulai sebelum jam satu. Kegiatan pasar biasanya tutup sekitar jam 10.00 WITA.

 

Salak Pesangkan

Atmosfer sejuk yang dimiliki oleh Pesangkan telah menjadikan banjar ini sebagai salah satu penghasil salak terbaik di Bali. Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani salak, yang tentu saja juga menggarap sawah dan menanam padi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

 

Kegiatan pertanian salak ini belum banyak digarap oleh para pengusaha bidang tour di Bali. Sebagai contoh, jika kita masuk di jalan di sebelah Puskesmas Pembantu yang dekat jembatan, di sepanjang jalan akan bisa menikmati keindahan pemandangan kebun salak dan tentunya pancaran sang surya yang muncul dari gunung tertinggi di Bali "Gunung Agung". 

 

 

Pelecing Kangkung Pesangkan

 

Makanan khas yang diburu oleh para perantau yang berasal dari Pesangkan adalah plecing kangkung Pesangkan yang memiliki cita rasa yang sangat khas yang tidak dapat ditemukan di banjar atau desa dan bahwan tempat lain di Bali.

 

Kangkung yang dipakai biasanya Kangkung Lombok yang kalau dilihat secara kasap mata ukurannya lebih besar alias jumbo daripada kangkung Bali apalagi kangkung darat. Walaupun kangkungnya digunakan sampai ke akar-akarnya, namun tetap saja nikmat setelah dicampur dengan bumbu spesial yang dibuat dengan campuran Telengis (ampas pembuatan minyak kelapa atau yang lebih nge-trend sering disebut virgin coconut oil).

 

Pelecing Kangkunya langsung rebus dan dicampur di tempat dan sebagian besar warga lokal membungkusnya untuk dibawa pulang untuk dipadukan dengan hidangan lainnya di rumahnya. Jadi, intinya Pelecing Kangkung Pesangkan akan sangat menarik bagi para mencita dan pemburu kuliner khas Bali.

 

 

 

Lawar dan Megibung ala Pesangkan

 

Tak lengkap rasanya kalau kondangan ke Pesangkan kalau tidak mencicipi enaknya rasa Lawar Pesangkan yang disajikan dalam suasana kekerabatan alis kebersamaan "megibung", makan bersama berdelapan yang mana nasi dan lauknya: lawar, sate, ampet, jukut belimbing, komoh, urutan dan lain-lain ditaruh ditengah-tengah, selanjutnya dinikmati secara bersama-sama tanpa membedakan latar belakang keturunan. 

 

Trekking di Pesangkan

 

Mungkin belum banyak yang tau kalau Pesangkan memiliki potensi yang sangat bagus untuk dijadikan sebagai tempat berwisata khususnya Trekking menelusuri hamparan kebun salak di sepanjang jalan dan mendaki bukit yang sangat indah dan udara yang super fresh karena belum terjamah polusi dari kendaraan bermotor.

 

Jalan dari Kantor Perbekel Duda Timur misalnya, menuju Bukit Tongala memiliki pemandangan yang sangat indah, sambil melihat pengerajin batu membuat sanggah, pelinggih atau pura, kita (jika beruntung alias tidak mendung) juga akan sisapa dengan megahnya Gunung Agung yang merupakan gunung tertinggi di Bali.

 

Sembari menikmati pemadangan sawah hijau di sebelah kiri dan kanan jalan dan melihat kegiatan petani padi dan salak mengolah tanahnya, kita bisa menikmati keindaha Bukit Tongala dari kejauhan sebelum sampai di lerengnya.

 

Mendaki bukit kecil ini menjadi pengalaman yang luar bisa karena bisa melihat langsung tanaman salak khas Bali yang memiliki cita rasa tersendiri dan berbeda dengan salak-salak lainnya yang berasal dari Bali seperti Tabanan dan juga salak dari luar Bali. Jika beruntung ketemu dengan pemiliknya, kita bisa langsung mencicipi dan bahkan membelinya beberapa kilo untuk dibawa pulang.

 

Dengan jalan kaki / trekking, diperlukan waktu sekitar 30 sampai dengan 45 menit untuk menelusuri bukit indah nan kecil ini. Perjalanan bisa dilanjutkan ke arah timur menuju Desa Griyana Kangin dengan menuruni Bukit Tongala. Dan lagi, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan persawahan yang hijau sebelum sampai di ujung Desa Griyana Kangin.

 

Sebelum melaju ke perkampungan, kita bisa menikmati segarnya air yang jernih tanpa pemutih dengan mandi langsung di permandian umum milik warga setempat. Bagi orang yang tidak berasal dari Pesangkan, air ini akan terasa sangat dingin sekali dan akan membuat jadi mengigil. Jadi, kalau hanya biar tau rasanya saja, sebaiknya hanya meraup muka saja, biar muka terasa lebih segar.

 

 

Jalan-Jalan ke Pesangkan yuk...!

Tatkala sang surya menjelang terbenam, kedatangannku di Pesangkan, dusun kecil kelahiran ayah dan kakek serta buyutku disambut dengan pancaran cerah sang maha agung “Gunung Agung” yang bisa dilihat dengan jelas ketika aku berada di depan rumahku dan menghadap ke timur.

 

Gunung Agung dari Pasar Pesangkan Duda Timur Bali I Nengah Subadra

 

Memang tidak setiap saat bisa melihat Gunung Agung secara jelas dari rumahku yang letaknya di tengah-tengah Pasar Pesangkan karena balutan awan dan kabut yang tebal menyelimutinya. Mungkin saja karena keberuntunganku bisa melihat anugerah yang sangat indah dan menakjubkan ini walaupun perjalanan dari Denpasar, kota dimana tempatku mengais rejeki menuju Pesangkan yang kampung nenek moyangku diguyur hujan di sepanjang jalan. 

 

 

 

Memang kehidupan masyrakat di Dusun Pesangkan, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangsem Bali ini sangat berbeda dengan kehidupan masyarakat di Denpasar yang penuh dengan kegemerlapan dan terasa “terus hidup” seiring dengan putaran jarum jam.

 

Namun, tidak dengan di Pesangkan karena jam 7 malam saja sudah sepi dan sunyi dan hanya beberapa groengan mobil dan motor saja yang melintasi jalan di depan Pasar Pesangkan. Ketenangan ini juga membayar rasa capekku mengemudi selama satu jam setengah dari Denpasar.

 

 

 

Artis Bali dari Pesangkan

 

Ada dua artis Bali asal Pesangkan yang lagunga sudah Hits di stasiun TV lokal dan juga Youtobe. Silahkan KLIK link dibawah ini untuk menontonnya! Semoga anak-anak Pesangkan ini sukses dalam dunia musik.

 

Yanna Maharani: Pidan

 

Yanna Maharani: Tresna Akejepan Mata

 

Jaya Wijaya: Rerama

 

Jaya Wijaya: Truna Tiwas

 

Jaya Wijaya: Sita Ngidamang Malen

 

Jaya Wijaya: Tanpa Rasa Benci

 

Jaya Wijaya: Astungkara

 

 

 

 


 Semeton Pesangkan sebagai Pawang Hujan di Lampung 

PAWANG HUJAN LAMPUNG

 

 

 

 

Disponsori oleh:

KERJA DI KAPAL PESIAR AMERIKA DAN EROPA DENGAN JAMINAN 100% PASTI LULUS TEST: @ BALI CRUISE LINE ENGLISH AND JOBS DAN DIPANDU SECARA INTENSIF OLEH SALAH SATU "SEMETON PESANGKAN" YAITU BAPAK DOKTOR I NENGAH SUBADRA YANG BERASAL DARI PESANGKAN, DUDA TIMUR, KARANGASEM, BALI

 Kapal Pesiar dari Pesangkan Bali

 

 

 

Certified Translator in Bali, Certified Translator in Pecatu, Certified Translator in Ubud, Certified Translator in Nusa Dua, Certified Translator in Jimbaran, penerjemah bali, jasa penerjemah bali, penerjemah tersumpah bali, jasa penerjemah tersumpah bali, penerjemah inggris bali, penerjemah bahasa inggris bali, penerjemah mandarin bali, penerjemah jepang bali, penerjemah belanda bali, penerjemah jerman bali, penerjemah perancis bali, Certified Translator in Seminyak, Certified Translator in Kuta, Certified Translator in Sanur, Certified Translator in Denpasar, Certified Translator in Bali, Penerjemah Tersumpah Dalung, Tersumpah untuk Denpasar, Jasa Penerjemah Tersumpah untuk Denpasar Bali, Penerjemah Tersumpah Seminyak Bali, Penerjemah Tersumpah Dalung Badung, Penerjemah Tersumpah Dalung Badung Bali, PPenerjemah Tersumpah di Bangli, Penerjemah Tersumpah di Jembrana, Penerjemah Tersumpah di Tabanan, Penerjemah Tersumpah di Singaraja, Penerjemah Tersumpah di Buleleng, Penerjemah Tersumpah di Klungkung, Penerjemah Tersumpah di Gianyar, Penerjemah Tersumpah di Karangasem, Penerjemah Tersumpah di Bangli, Penerjemah Tersumpah Bali, Penerjemah Tersumpah di Denpasar Bali, Penerjemah Inggris Tersumpah di Denpasar Bali, Penerjemah Prancis Tersumpah di Denpasar Bali, Penerjemah Jerman Tersumpah di Denpasar Bali, Penerjemah Jepang Tersumpah di Denpasar Bali, Penerjemah Belanda Tersumpah di Denpasar Bali, Bali Penerjemah Tersumpah, Sworn Translator in Denpasar Bali, English Sworn Translator in Denpasar Bali, Japanese Sworn Translator in Denpasar Bali, penerjemah denpasar, jasa penerjemah denpasar, penerjemah tersumpah denpasar, jasa penerjemah tersumpah denpasar, penerjemah inggris denpasar, penerjemah bahasa inggris denpasar, penerjemah mandarin denpasar, penerjemah jepang denpasar, penerjemah belanda denpasar, penerjemah jerman denpasar, penerjemah perancis denpasar, Dutch Sworn Translator in Denpasar Bali, German Sworn Translator in Denpasar Bali, French Sworn Translator in Denpasar Bali, Sworn Translator in Denpasar Bali, Certified Translator in Denpasar Bali, Kantor Penerjemah Tersumpah Bali, penerjemah tersumpah di bali, sworn translator in bali, translation service in bali, harga penerjemah tersumpah Bali, jasa translate bali, jasa penerjemah bahasa Inggris murah bali, Bali Denpasar translator Service, sworn translator Bali, Public Notary Bali, Sworn Translator Bali, Certified Translator Bali

Klien Setia Kami  /         Our Corporate Clients

Language Assistance - Faster (lebih cepat), Affordable (terjangkau), Communicative (komunikatif) and Trusted (bisa dipercaya): Conrad Bali, Tanjung Benoa, Nusa Dua-Bali. Sarong Bali, Seminyak-Bali. Red Carpet Champagnebar, Seminyak- Bali. The Chedi Sakala Bali, Nusa Dua–Bali. Villa Markisa (Private Beach Bungalows-Dive Resort), Kubu, Karangasem-Bali. PT. Bamboo Pure, Sibang Kaje, Badung-Bali. The OASIS, Nusa Dua-Bali. PT. Saya Bergerak, Badung-Bali. WDI Indonesia (anak perusahaan WDI Corporation-Japan based World Dinning Inspirations), Bali. PT. JTB Indonesia (Biro Perjalanan Wisata Internasional), Tuban-Bali. Basu Dewa Law Firm (Kantor Pengacara Internasional), Denpasar-Bali. Sudama&Brothers (Visual Communication Designer), Denpasar-Bali. Inna the Grand Bali Beach Hotel, Resorts and Spa, Sanur-Bali. PT Sayap Garuda Indah (SGI), Benoa Heliport Complex, Benoa-Bali. Mutiara Bali Resorts and Spa, Seminyak-Bali. Feyloon Restaurant, Kuta–Bali. Bali.com Ltd. (Biro Perjalanan Wisata Internasional), Balangan, Jimbaran–Bali. Bali 66, Kuta–Bali. The Breeze, Legian–Bali. PT GPI (Perusahaan Kargo Bertaraf Internasional), Benoa, Denpasar-Bali. Bali Promo (Media Promosi Pariwisata Bali), Denpasar-Bali. PT SMS (Perusahaan Outsourcing), Denpasar–Bali. The Banjar Bali, Kuta-Bali. Universal Education (Kantor Konsultan Pendidikan ke Luar Negeri), Denpasar–Bali. Villa Harmony, Seminyak-Bali. Aston Hotel Denpasar, Ubung-Bali. PT Serasi Kelola Alam (Sekala) Brawa, Canggu-Bali. Exotiq Property (Agen Properti), Seminyak–Bali. PT Jamu Tradisional, Nusa Dua-Bali. PT. Tirta Anugerah Dewata (Water Sports Center @ Inna the Grand Bali Beach), Sanur-Bali. Pan Pacific Bali Nirwana Resort, Tanah Lot, Tabanan-Bali. PT. Kura Kura (Biro Perjalanan Wisata), Kuta-Bali. Mandara Spa, Kuta-Bali. Bamboo Restaurant and Grill, Kuta-Bali. PT JAPINDO-Agen Pemberangkatan TKI ke Luar Negeri, Denpasar-Bali. Bali Travel Net-Biro Perjalanan Wisata Internasional, Denpasar-Bali. Mulia Consultant (Kantor Konsultan Pendidikan ke Luar Negeri), Denpasar-Bali. Kantor Notaris I GUSTI NGURAH PREMANA, ST, SH, MKn, Krobokan, Badung-Bali. HMS Host International, Seminyak, Badung-Bali. Universal Tour & Travel (Biro Perjalanan Wisata Internasional), Denpasar-Bali

Image Gallery

Language Assistance

language-assistance-trans